Pages

Subscribe:

Labels

Text

Welcome on my first blog (Beta edition maybe)

Thanks for viewing!! Enjoy!!

Sorry This Blog on maintenance...

Best Regrads,

Martsyeko Deuteros

(MDjustfly!!)


Showing posts with label Hot News. Show all posts
Showing posts with label Hot News. Show all posts

Wednesday, September 2, 2009




Batavia Airlines menyewa sebuah pesawat A330 -200 milik perusahaan Aer Linus, airlines asal Irlandia, pesawat ini beregistrasi PK-YVI dan telah ada di hangar Batavia Air dan akan memlai beroperasi sekitar akhir Sepetember atau awal Oktober 2009, dan langsung melayani rute domestik lalu akan melakukan Direct Flight menuju Jeddah dari Jakarta.

Menurut indoflyer.net, sebagai tahap awal sebelum menerbangi Jeddah, Airbus A330 ini akan dipakai untuk penerbangan dalam negeri terlebih dahulu yaitu ke Medan dan Menado dengan konfigurasi full ekonomi 320 seat.

Kita harapkan perusahaan airlines di Indonesia akan terus berkembang dan menyamai maskapai - maskapai penerbangan kelas dunia lainya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Batavia Airlines rent a A330-200 from Aer Linus, the aircraft registration is PK-YVI and now on Batavia Airlines Hangar. The aircraft will be operated on Sepetember or First October 2009. This aircarft will be flying from Jakarta to Jeddah.

Based on Indoflyer.net, before fly to Jeddah, the Airbus A330 will be used for domestic arrival in Medan and Manado, with full ekonomi 320 seat.

Monday, July 27, 2009

PT Garuda Ind PT Garuda Indonesia telah mendapat kepercayaan dari sejumlah kreditur asing untuk melakukan penambahan armada.


BUMN penerbangan yang baru meresmikan logo barunya itu masih menyisakan utang sebesar US$450 juta kepada European Credit Agency (ECA) dan US$100 juta kepada Bank Mandiri. Namun, menurut Vice President Corporate Communication Garuda Pujobroto, proses restrukturisasi terhadap utang-utang tersebut akan dituntaskan dalam waktu dekat.


"Secara prinsip, sudah kasih persetujuan. Akhir September mudah-mudahan bisa dibereskan," ungkapnya seusai media gathering di Puncak, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Penyelesaian proses restrukturisasi itu diyakini akan memuluskan jalan bagi Garuda untuk membiayai ekspansinya ke depan. Khususnya, untuk menambah armada flag carrier RI itu dengan 60 pesawat jenis Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, dan Airbus A330.
Penambahan armada itu ditargetkan tuntas pada 2014.

Garuda saat ini baru saja menambah delapan unit pesawat baru jenis Boeing 737800 yang didanai oleh Dubai Aerospace Enterprises (DAE).
Setiap pesawat dihargai US$45 juta.

Dengan demikian, Garuda mendapat talangan biaya dari DAE sebesar kurang lebih US$360 juta, dalam jangka waktu 10 tahun.

"Itu bukti kalau Garuda masih dipercaya meskipun sedang restrukturisasi. Apalagi, sekarang lagi krisis, hal yang bagus kan kalau kita bisa dapat kepercayaan," kata Pujobroto.

Tahun depan, imbuhnya, maskapai pelat merah ini akan menambah 10 pesawat jenis Boeing 777-300ER yang dipastikan akan membutuhkan suntikan dana baru. "Dengan penyelesaian restrukturisasi, kita bisa saja mendapat pinjaman dari leasor-leasor lain.
Terutama kalau situasi makro Indonesia membaik, pasti bisa dapat pinjaman lainnya,"
ucapnya.

Apalagi, kondisi keuangan perusahaan semakin membaik sehingga Garuda optimistis bisa menangguk laba Rp3,7 triliun pada 2014. "Kalau DAE kasih pinjaman, pasti karena melihat ada potensinya.
Bisalah kita dapat dari leasor lain juga," imbuhnya. Pascaperistiwa ledakan bom JW Marriott-Ritz Carlton, Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan kekhawatiran akan turunnya load factor (tingkat isian penumpang) ternyata tidak terbukti.

"Dari hasil saling bertanya antarmaskapai, terbukti dampaknya tidak signifikan.
Tidak tahu kalau industri lain, tapi kalau bicara soal penerbangan nasional, kita masih bagus," ungkap Emir.

Memang, Emirsyah mengakui, setelah kejadian yang menewaskan beberapa warga negara Australia itu, terjadi beberapa kali pembatalan penerbangan. "Hanya di bawah 5% kok (pembatalan penerbangan), tidak signifikan.
Satu, dua orang wajar kalau ada pembatalan," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya berencana menggiatkan kelas ekonomi di kalangan wisatawan Australia ke depan.
Load factor wisatawan dari Australia tercatat sebesar 82,2% dengan porsi yang relatif sama baik sebelum maupun sesudah peledakan bom.
Setiap harinya, terdapat 1.800 orang asal Australia yang berkunjung ke Bali.

Secara statistik, Australia merupakan kontributor wisatawan terbesar ke Bali diikuti wisatawan asal Jepang, China, dan Eropa.

Sumber : Media Indonesia
Gambar : http://jetphotos.net

Saturday, July 25, 2009

Boeing Cites Progress on Dreamliner, but No Test Flight Yet


The chief executive of the Boeing Company said Wednesday that the aircraft maker was making “solid progress” toward fixing a structural weakness that was discovered last month on its new jet, the 787 Dreamliner.

But the executive, W. James McNerney Jr., said it was too early to say when the plane would make its first test flight or how much Boeing would have to pay customers in penalties for the delays. Boeing shares closed down 2.37 percent.

Stock analysts have said that the delays could cost Boeing billions of dollars in concessions to airlines waiting for the plane. And The Seattle Times quoted two unidentified engineers on Wednesday as saying that the first test flight would probably not happen for four to six months.

But in a conference call with analysts and reports Wednesday, Mr. McNerney said only that the company would not be able to set a new flight date or disclose the financial impacts until later in this quarter.

The Dreamliner, which will be the world’s most advanced passenger plane, is considered crucial to Boeing’s future. The company has 850 orders for the plane, which is made of lightweight composite materials and is supposed to be lighter and more fuel-efficient than other commercial aircraft.

Given that the 787 is two years behind schedule, stock analysts have also questioned how profitable the plane will be. 

James A. Bell, Boeing’s chief financial officer, said on the conference call that the delays were “obviously putting pressure” on the projected profit on the program. 

But he said that with the huge backlog of orders, Boeing could offset some of the penalty payments to airlines and other costs through savings and efficiencies in production.

Mr. McNerney said engineers had settled on a way to fix the structural problem, which involved unexpected stress where the wings attach to the fuselage.

“There is nothing we have learned to lead us to believe this is anything more than a local issue that can be solved with a local fix,” he said.

The structural problem was discovered last month during a test that involved bending the wings. Boeing has said that the stresses occurred at several spots where support rods in the wings met the fuselage. It said it needed to reinforce those areas. 

Mr. McNerney said Wednesday that the company had “a high degree of confidence” that it knew how to fix the problem. He said engineers were now figuring out how to do the work.

But he also acknowledged that trying to build a plane with mostly composite materials had been harder than expected. “As you look back at this program, there is no doubt that the baseline was too ambitious,” he said.

The call came after Boeing said that its second-quarter earnings had risen 17 percent from a year earlier, to $998 million, or $1.41 a share. That compared with $852 million, or $1.16 a share, during the same period last year, when the company took a charge of 22 cents a share for delays in delivering military planes. 

In the latest quarter, sales in the company’s large military business rose 9 percent, helping to offset the impact of the recession on the company’s commercial-plane business. Overall revenue increased by 1 percent to $17.15 billion from $16.96 billion a year earlier.

From New York Times 

Thursday, July 23, 2009

Gara-Gara Asap, Bandara Supadio Ditutup 30 Menit


PONTIANAK--MI: Aktivitas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), ditutup karena kabut asap pekat akibat pembakaran lahan. 

Kepala Dinas Lalu Lintas Udara Bandara Supadio, Syarif Usmulyani, mengatakan penutupan tersebut dilakukan karena kondisi jarak pandang abnormal, yakni hanya 600 meter. "Jarak pandang ideal itu sekitar 800-900 meter. Bukan 8.000-9.000 seperti yang diberitakan hari ini," kata Usmulyani kepada Media Indonesia, Kamis (23/7). 

Ketua Indonesia Air Traffic Control Kalbar itu juga mengatakan meningkatnya kepekatan kabut asap itu disebabkan guyuran hujan pada Rabu sore yang mengakibatkan pembakaran tidak sempurna pada lokasi lahan yang dibakar di sekitar bandara. "Hujan yang tidak merata dan berlangsung sebentar itu justru semakin meningkatkan kepekatan asap," ujarnya. 

Penutupan Bandara Supadio hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit sebab setelah itu jarak pandang berangsur normal. Namun demikian, penutupan tersebut mengakibatkan seluruh kedatangan pesawat mengalami keterlambatan hingga 45 menit dari jadwal semula.

Sumber :  Media Indonesia 

Gambar :  jimmie sinarta

Tuesday, July 21, 2009

Bulan Depan, Garuda Buka Penerbangan Langsung Ke Korea Selatan




Seoul- Garuda akan buka penerbangan langsung pp. ke Korea Selatan mulai Agustus 2009.Begitu pernyataan General Manager Garuda Indonesia di Korea Selatan, Ryanto Adi Winarso, hari Minggu (19/7).

Saat ini penerbangan rute Indonesia-Korea Selatan masih harus transit di Bali baru kemudian ke Jakarta. Rute tanpa transit dipilih karena desakan permintaan dari penumpang agar bisa fleksibel terbang ke kota-kota mana saja dari Jakarta.

Dengan sistem transit via Bali saja rata-rata load factor mencapai 70%, diharapkan dengan penerbangan langsung semakin meningkat. Penerbangan Jakarta-Seoul menggunakan Airbus A330 yang berkapasitas 250 penumpang, tapi menurut Winarso lagi, rute Seoul-Bali akan tetap berusaha dipertahankan sehingga nantinya ada dua rute. (SS) sumber indoflyer.net